Selasa, 14 September 2021

Hari Kelulusan


Oleh Riya Indri Yani, 2E

Beberapa hari terakhir ini, rasa takut dan khawatir menghampiriku. Siang dan malam selalu terbayang seperti apa yang terjadi bila ternyata aku tidak lulus. Aku tidak tahu harus melakukan apa, terlebih terhadap kedua orang tuaku. Hari ini adalah dimana pihak dari kepala sekolah mengumumkan kelulusan kelas IX. Aku berangkat jalan kaki dengan seragam seperti biasa, hanya saja hari dan pikiranku yang tak seperti biasanya.

Lalu ada memberitahuan  kepada seluruh kelas IX untuk berkumpul di lapangan, sedangkan kelas VII dan VIII diliburkan. acara dimulai dengan kata sambutan dari bapak kepala sekolah, kemudian diikuti oleh beberapa wali murid.

Aku dan teman-temanku tidak berkonsentrasi dengan perkataan guru, karena kami diselimuti dengan rasa cemas, terhadap keputusan akhir yang berselang beberapa menit lagi.

“Baiklah anak-anak yang kami cintai. Sekarang, hasil kelulusan sudah di tangan bapak. Sebentar lagi akan tempel di dinding kantor. Untuk itu, mohon jangan berdesak-desakan ya” ujar Kepala Sekolah.

Mendengar ucapan itu, jantungku berdetak semakin kencang dan tidak karuan. Kepala sekolah menuju mading sekolah dan menempelkan kertas yang  berisi nama yang lulus. Seluruh kelas IX berbondong-bondong menuju mading. Setelah 15 menit mencari namaku, aku terisak ketika namaku dinyatakan tidak lulus. Teman-temanku menghampiriku dan ikut menenangkan.

“Aku tau kamu sedih, namun inilah hasil yang harus kita harus terima. Bagaimanapun, kamu harus tetap sabar dan rela dengan keputusan yang ada ya ti..”ucap Putri. Aku tidak menjawab dan terus menangis.

Tiba-tiba suara lantang kepala sekolah yang tergesa-gesa berkata

“Anak-anak semua, mohon maaf atas kesalahan penulisan yang terjadi pada lembar hasil ujian nasional yang baru saja bapak tempel. Ada kesalahan yang sangat fatal, dimana saudari Alisia Aninta dinyatakan lulus. Sekali lagi mohon maaf ”, ucap bapak kepala sekolah.

Disaat itu, aku berhenti menangis dan tersenyum sumringah mendengar bahwa itu adalah kesalahan dalam penulisan. Seketika aku langsung berdiri bersorak riang dan gembira.

Aku memeluk teman-temanku yang berada didekatku. Aku dan semua murid kelas IX dinyatakan lulus ujian nasional dengan persentase 100%. Kebahagiaan yang tak ternilai harganya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bukan Aku yang Kau Sebut Rumah

 Oleh Auliya Tri Handayani, PBSI 19   Matahari mulai menggema, gelora warna jingga mengawali pagi. Tas punggung tlah siap menjelajahi wa...